Minat Investasi pada Ajang Pamor Borneo 2026 Tembus Rp 73 Triliun

Senin, 10 Agustus 2026 – 07:37 WIB
Minat Investasi pada Ajang Pamor Borneo 2026 Tembus Rp 73 Triliun - JPNN.com Kalsel
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel Haris Munandar memberikan sambutan pada penutupan kegiatan Pamor Borneo 2026 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (9/8/2026). (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)

Haris mengatakan perluasan digitalisasi pembayaran tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik dan gerbang perekonomian di Kalimantan, sejalan dengan peningkatan aktivitas perdagangan dan usaha masyarakat.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel Fathul Jannah mengatakan Pamor Borneo 2026 yang berlangsung di Banjarmasin pada 7–9 Agustus 2026 menjadi upaya memperkuat UMKM, investasi, dan akseptasi digital.

Ia menyebutkan pameran UMKM dalam kegiatan tersebut menampilkan produk makanan dan minuman, fesyen, serta kriya, sekaligus membuka ruang promosi bagi pelaku usaha daerah untuk meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar.

Dia juga mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat pelestarian wastra khas Kalimantan Selatan, khususnya sasirangan, melalui kolaborasi antara UMKM, desainer, Dekranasda, pemerintah daerah, dan pihak swasta agar memiliki nilai ekonomi sekaligus mempertahankan identitas budaya daerah.

“Perluasan penggunaan QRIS juga perlu terus dilakukan karena memberikan kemudahan dan keamanan transaksi, sedangkan pembinaan UMKM, penguatan investasi, dan digitalisasi harus menjadi agenda berkelanjutan untuk mendukung visi Kalsel Bekerja menuju gerbang logistik Kalimantan,” ujar Fathul Jannah.

Sebelumnya pada pembukaan kegiatan, sebanyak 15 proyek strategis yang dipromosikan mencakup sejumlah sektor unggulan dengan nilai investasi sekitar Rp 62,13 triliun. Sebanyak 20 calon investor melakukan pertemuan bisnis secara langsung bersama pemilik proyek hingga menghasilkan 12 LoI sebagai tindak lanjut awal penjajakan investasi.

Salah satu proyek dengan nilai investasi terbesar yang ditawarkan yakni pembangunan pabrik hilirisasi batu bara menjadi metanol di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, dengan nilai investasi sekitar Rp 46,17 triliun, serta beberapa proyek strategis lainnya yang tersebar di provinsi lainnya di Pulau Kalimantan. (antara/jpnn)

Bank Indonesia mencatat minat investasi pada ajang Pamor Borneo 2026 menembus Rp 73 triliun.

Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Sumber Antara
Facebook JPNN.com Kalsel Twitter JPNN.com Kalsel Pinterest JPNN.com Kalsel Linkedin JPNN.com Kalsel Flipboard JPNN.com Kalsel Line JPNN.com Kalsel JPNN.com Kalsel
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

TERPOPULER

PERIODE:   6 JAM 12 JAM 1 HARI 1 MINGGU

Maaf, saat ini data tidak tersedia